Moderasi beragama dalam perspektif Gereja Katolik merupakan sikap menghayati iman secara dewasa dan teguh sekaligus menghormati keberagaman agama, suku, dan budaya. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, moderasi beragama dapat menjadi sarana untuk membangun persaudaraan, dialog, kerja sama, dan kehidupan yang damai. Melalui Nostra Aetate, Gereja Katolik menegaskan penghargaan terhadap kebaikan …
Moderasi beragama dalam perspektif Khonghucu menekankan pentingnya membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman tanpa mencampuradukkan ajaran agama. Prinsip Hé (和) atau harmoni mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup bersama, melainkan dapat menjadi kekuatan apabila disikapi dengan kebijaksanaan. Nilai Lǐ (禮) mengajarkan kesusilaan, tata krama, dan penghorma…
Moderasi beragama dalam perspektif Buddhadharma menekankan pentingnya sikap saling menghormati, tidak menyakiti, tidak merendahkan, serta mampu hidup harmonis di tengah keberagaman agama dan kultur budaya. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Buddha yang mengedepankan cinta kasih (mettā), kasih sayang (karuṇā), dan kebijaksanaan (paññā) dalam membangun hubungan dengan sesama. Melal…