Reading Brew : Kemenag Kota Mojokerto

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Agama dan Ketahanan: Pondasi Mencetak Generasi Berkualitas Dalam Hindu
Penanda Bagikan

Text

Agama dan Ketahanan: Pondasi Mencetak Generasi Berkualitas Dalam Hindu

Bambang Wahyu Utomo - Nama Orang;

Keluarga merupakan institusi pertama dan utama dalam pembentukan karakter generasi penerus. Dalam ajaran Hindu, ketahanan keluarga menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, serta memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Ketahanan keluarga dibangun melalui ikatan pernikahan suci (Wiwaha) yang bertujuan mewujudkan keluarga Sukinah, yaitu keluarga harmonis yang berlandaskan dharma dan berorientasi pada tercapainya kesejahteraan lahir batin (Jagadhita) serta kebahagiaan spiritual (Moksha). Pendidikan anak dalam keluarga Hindu dimulai sejak masa kehamilan melalui pengendalian pikiran, sikap, dan perilaku orang tua yang diyakini memengaruhi perkembangan karakter anak. Pola pengasuhan dilakukan secara bertahap sesuai usia anak, mulai dari pemberian kasih sayang, pembinaan karakter, penanaman disiplin dan tanggung jawab, hingga membangun hubungan yang setara sebagai sahabat. Tujuan utama pengasuhan adalah melahirkan generasi Suputra, yaitu anak yang berbudi pekerti luhur, cerdas, bijaksana, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Peran orang tua, khususnya ayah sebagai teladan, sangat penting melalui penerapan nilai-nilai moral, pengorbanan, tanggung jawab, kebijaksanaan, dan kasih sayang. Selain itu, ketahanan keluarga Hindu ditopang oleh empat fungsi utama keluarga, yaitu fungsi keagamaan (Brahmana), perlindungan (Kesatria), ekonomi (Waisya), dan sosial-kasih sayang (Sudra). Dengan demikian, keluarga Hindu yang tangguh menjadi wahana pembentukan karakter dan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai dharma.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Mojokerto : Kementerian Agama Kota Mojokerto., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2026.6.4
Subjek
HINDU
Wiwaha
Ketahanan Keluarga
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Bambang Wahyu Utomo
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Reading Brew : Kemenag Kota Mojokerto
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?